47

1001 Words

EMPAT PULUH TUJUH Athar menatap telapak tangannya yang penuh darah saat ini. Darah merah kental yang masih basah, dan baru. Bau amis menusuk indera penciumannya telak. Tapi, indera pencium Athar malah menangkap aroma harum dari yang menempel di kedua telapak tangan lebarnya saat ini. Di lengan bajunya yang banyak, dan juga di bagian depan perutnya, di sana yang lebih banyak terdapat jejak darah merah pekat yang masih basah, mengotori baju warna abu yang laki-laki itu pakai saat ini. Dengan kedua mata yang memerah, Athar menatap hampa kearah tubuh telanjang menjijikan isterinya, Sabira. Pantaskah jalang itu masih di sebut sebagai isterinya hingga detik ini? Setalah hal menjijikan di saksikan oleh mata kepalanya sendiri. "Cuiihhh!"Athar meludah diatas tubuh Sadam yang tergelatak t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD