58

1062 Words

LIMA PULUH DELAPAN HAPPY READING Akbar mengernyitkan keningnya bingung, melihat raut tak enak istrinya saat ini bahkan raut wajah istrinya juga terlihat sedikit pucat. Ada apa? “apa mungkin Inne… “Amar berat, Sayang?”Ucap Akbar lembut dan pelan sekali, takut Amar yang tidur dalam pangkuan Inne terbangun. Pangkuan Inne yang tersentak kaget, membuat Akbar semakin takut akan apa yang sedang istrinya rasakan saat ini. Dan Akbar rasa, ia selalu di samping Inne sedari tadi. Tak pernah meninggalkan Innne barang sedikitpun. Atau mungkin, mama tirinya, membisikkan sesuatu pada Inne di saat mereka pamit pulang tadi, ah bahkan mereka masih ada di depan rumah papa Akbar. Akbar belum melajukan bahkan menyalahkan mesin mobilnya saat ini. Dan Innne? Perempuan itu, tak langsung menjawab perta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD