Chapter 49

1045 Words

Tapi tidak! Eru langsung menarik kata-katanya kembali begitu melihat bagaimana cara Naru menyeleksi setiap orang. Karena kenyataanya, rubah licik itu hanya mencari kesempatan dalam kesempitan. Dia dengan santainya menilai otot kaki dan tangan setiap anggota klub basket dengan raut wajah luar biasa serius. Bahkan tanpa rasa bersalah menyentuh tangan dan wajah setiap orang. Eru menjadi sangat tidak mengerti dan kepalanya terasa akan meledak karena merasa segalanya menjadi rumit sekarang. Tapi di sisinya, Rika malah terlihat seolah akan menangis karena merasa terharu. Ia juga berkata bahwa ia merasa sangat bangga pada Naru yang mau berusah payah memikirkan detail dalam setiap karakter yang akan ia buat. Padahal jelas-jelas Naru terlihat sangat senang dan menikmati kegiatannya dengan sepenuh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD