Chapter 46

1055 Words

"Hah... aku sangat lega," desah Hyuya sembari menjatuhkan dirinya ke atas ranjang. Eru menggumamkan "hm" sebagai sahutan, ia sendiri mendudukkan diri di kursi meja belajar Hyuya yang menghadap jendela sambil memakan mochi yang disiapkan oleh ibu Hyuya. "Aku merasa bodoh sekarang," desah Hyuya lagi. "Aku tahu," sahut Eru dengan tulus. Hyuya mengacuhkannya sepenuhnya dan melanjutkan. "Aku sempat berpikir macam-macam, tapi untungnya kakek itu hanya seorang kakek biasa yang baik." "Oh!" Eru teringat. "kau tahu, entah kenapa aku merasa seolah aku sudah melihat penampilan seperti kakek itu di suatu tempat." Hyuya mengernyit sejenak. "Kau juga berpikir begitu?" Eru mengangguk. Ia berhenti mengunyah mochinya dan berpikir sejenak. Hingga kemudian segera saja teringat di mana ia sering meliha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD