Chapter 42

1023 Words

Eru meringis dan berharap dengan sungguh-sungguh tidak ada orang lain lagi yang melihat hal bodoh ini. Ia baru saja akan membawa Mitsuba kembali bersamanya saat terdengar suara Takuya memanggil. "Mitsuba." Eru berpikir untuk meninggalkan Mitsuba di sini dan kembali ke kelas sendirian. Tapi seolah tahu niatnya, Mitsuba dengan segera mencengkeram sebelah tangannya dan menahannya agar tidak pergi. Mitsuba balik menatap Takuya seolah laki-laki itu adalah hama yang perlu dibasmi. "Apa lagi sekarang?" Eru meringis. Tapi ia tidak berniat untuk menjadi nyamuk sejak awal, jadi alih-alih memperhatikan mereka berdua ia mengalihkan pandangan jauh ke arah lain sambil berpura-pura sibuk pada apa pun yang dilihatnya. Sambil tersenyum samar seperti kebiasaannya Takuya berkata. "Tapi masalah ini belum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD