Chapter 32

996 Words

Eru menghela napas dan akhirnya mendenguskan tawa kaku. Ia merasa semua ini konyol dan tidak mengerti apa tujuan Yuki yang sebenarnya. Sementara Yuki menatap Eru dengan tenang. Bahkan ia menunggu dengan tenang sampai Eru tidak bersuara lagi. Nampaknya ia malah senang melihat reaksi Eru yang seperti ini. "Aku tidak mengerti arti semua ini atau apa tujuanmu, Yuki. Tapi hasil edit foto-foto itu sangat bagus." Yuki mengernyit sedikit dan menerima ponselnya kembali dengan ragu. "Tidak kah kau melihat tanggal yang tertera dalam foto itu? Atau lihatlah perinciannya, seperti kapan tepatnya foto itu diambil. Sesuatu semacam itu tidak bisa dipalsukan bukan?" Eru mengedik tidak yakin. Ia tidak tahu tapi merasa tidak yakin dengan ini. Yuki kembali mengulurkan kedua tangan ke meja dan menyatukanny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD