Didepan meja, mata bertemu dengan mata. Terserat kerinduan yang mendalam. Sosok yang rapuh bertemu dengan pelindung nya. Bidadari yang kehilangan sayap dan cahaya. "Lik," Alika, wanita itu mengaduk makanannya sendiri tanpa berniat ingin memakan nya. Ia hanya menatap Alaska dengan tatapan kosong, tangan nya masih asik dengan sendok. "Apa yang harus gue lakuin lagi? Hati gue juga sakit Lik liat lo kayak gini.." Alika mengalihkan pandangan nya, ia menunduk sembari meremas sendok yang ia pegang. "Rafa butuh lo, apa jadinya kalau gue lebih milih bayi dibanding diri lo? Kondisi Rafa gimana? Dia pasti terpuruk kehilangan mama nya yang paling dia sayang, saat ini aja.. dia lebih menjauh dan memiliki dunianya sendiri." Alika tetap diam, bahu nya bergetar. Isakan tangis mulai terdengar. "Ge
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


