Suatu hari seorang Pria bernama Guld menculik seorang malaikat perempuan. Ia menyuruh penerbang tersebut untuk menuruti dirinya dengan iming-iming harta dan kekuasaan untuk dirinya.
Tetapi malaikat tersebut menolak satu persatu permintaan pria itu, karena terbawa emosi seluruh permintaannya tidak ada satupun yang di kabulkan dengan brutalnya Guld membunuh malaikat perempuan itu, memotong-motong seluruh bagian tubuhnya. Membuangnya di tengah hutan dengan harapan ia terbunuh karena serangan para anjing liar. Darahnya ikut membeku seiring dengan salju yg turun.
Setelah kejadian itupun Guld melarikan diri dan bersikap tidak terjadi apa-apa, Naasnya malaikat lain menemukan temannya dengan tubuh yang sudah tidak utuh lagi. Mereka berfikir jika yang membuatnya terbunuh adalah para anjing liar. Dengan cepat berita tentang kematian malaikat perempuan itu tersebar yang membuat Raja dari para malaikat turun dari tahtanya untuk memastikan siapa yang telah membunuh salah satu pelayannya itu.
Ketika Raja tahu kalau yang membunuhnya bukanlah para anjing liar melainkan manusia. Raja sangat marah besar, tidak ada satupun yang bisa menenangkan emosi sang Raja. Kata-kata lembut bahkan manis dari para prajuritnya pun tidak bisa membuat Raja tenang. Maka seketika sang Raja malaikat mendatangi kerajaan para manusia, kota Neraland.
Ketika sampai di Neraland sang Raja tidak bertanya sedikitpun, ia langsung mengumumkan kepada para prajuritnya untuk menyerang habis-habisan para manusia dan tidak ada satupun yang tersisa.
"Aku berjanji akan menghancurkan seluruh manusia atas perbuatan menyedihkan, pembunuhan, serta perbuatan terlarang yang terjadi dengan kaumku."
Hanya dengan satu malam, dunia itu menjadi tempat yang sangat menyedihkan, porak-poranda, banyak korban berjatuhan. Tidak ada salju berwarna putih, semuanya berwarna merah karena darah dari para manusia. Tidak ada lagi sisa-sisa kebaikan para penerbang seperti saat mereka datang dari "Mata Surga". Kekuatan mereka sangat luar biasa "Pendekar para penerbang" yang membuat tempat ini sekejap saja porak-poranda.
Pemandangan ini sangatlah menyakitkan, banyak manusia mati tanpa tahu salah mereka apa. Manusia di ujung kepunahan, yang selamat dari serangan itu bersembunyi di dalam gua-gua untuk menghindari Pendekar para penerbang. Tidak sedikit mereka yang trauma atas kejadian mengerikan yang menghabiskan hampir seluruh populasi manusia.
Disisi lain, saat kehancuran dan kepunahan menyerang. Keluarlah seorang pahlawan, harapan para manusia. Ia bernama Ostin, anak dari pernikahan antara manusia dan malaikat. Ia dari kecil sudah di ajarkan menjadi pendekar di dunia manusia dan saatnya para manusia yang masih selamat bersatu untuk memberi perlawanan balik.
Karena karisma Ostin yang sangat besar yang terus bertambah lagi dan lagi yang membuat manusia berhasil bersatu padu di bawah satu bendera untuk mengibarkan perang melawan para malaikat. Sebelumnya para manusia tidak pernah percaya terhadap persatuan, tetapi karena adanya Ostin mereka membuat pasukan tempur yang sangat kuat dan memenangkan satu persatu perperangan melawan para penerbang.
Akhirnya, para manusia memenangkan peperangan dan memukul mundur pasukan penerbang. Meminta mereka untuk kembali lagi ke dimensi mereka lewat Mata Surga. Karena mengerikannya perperangan tersebut dan meninggalkan duka yang mendalam di sejarah manusia, maka mereka menjulukinya "Perang diatas kepunahan".
Setelah merayakan kemenangan mereka, Ostin memilih lima ribu manusia dengan keahlian perang tinggi, dan memandu mereka untuk menjadi pasukan khusus pelindung. Keberanian mereka digunakan untuk mengawasi Tower Mata Surga, mereka yang bertugas tersebut mendapat julukan "Templar", mereka adalah orang-orang yang paling di hormati di seluruh dunia.
Dua ratus tahun berlalu dengan damai, sampai.....