Desahan

1010 Words
"bang,,makasih ya bang kalau gak ada abang syasya gak tau harus gimana :( " ucap syasya dengan merangkul lengan andre "apa siih ,, iya ini lah fungsinya kakak ,kamu tenang jangan khawatir semua akan segera berlalu,semua akan baik baik saja " jawab andre dengan mengelus acak rambut syasya tiba tiba hp syasya berdering ,panggilan dari Ichan, gak di angkat terus aja berdering,,,, akhirnya dia risih sendiri dan di angkat "iya ,hallo selamat malam?" syapa syasya "kamu dimana??!! " " di jogja ,kenapa pak??" jawab syasya "kenapa gak bilang?!,kenapa kamu gak angkat telfonku ! ,kenapa pesanku gak kamu balas?!" tanya ichan dengan membentak,entah 2hari tanpa syasya ichan jadi suka marah marah gak jelas apa lagi lihat storry syasya bersama laki laki lain,rasanya seperti ingin membunuh sesorang sakik murkanya. "aku siapa bapak yang kemana mana wajib lapor ?!,mungkin pesan bapak di bawah jadi ke tumpuk chat baru !" jawab syasya dengan santai tapi kesal ! "kamu tanya? kamu siapa aku?? kamu istriku !! apa kamu lupa ?!!,apa perlu aku mengirim kan foto nikah kita di bandung?? ha??!!!" ichan marah tanpa bisa ngontrol emosinya, membuat syasya takut dan tiba tiba menangis (trauma dengar triakan dan nada keras !) "iya maaf," syasya langsung mematikan telfonnya dan ke kamar lalu menangis °haruskah seperti ini tuhan !!hikshiks menikah karna paksaan ,hubungan yang tidak jelas !!,kenapa kau paksaan aku menikah dengan seorang yang sangat egois!!hikhiks ,dia bisa bersenang senang dengan wanita nya tapi kenapa tidak dengan aku ° hikshiks ichan terus saja menelfon syasya,tapi handphone di matikan lagi oleh syasya " fri, kamu tau alamat syasya sekarang dimana?" tanya ichan dengan nada kesal " ada sih caca punya,mau apa lo?" tanya afri "udah !! ,,kirim alamatnya sekarang gue mau keluar,tolong jaga baim" Ichan dengan tergesa gesa mengambil jaket ,dompet,dan kunci mobil, dia segera berangkat ke jogja jam 22.05 untuk menemui syasya, entah kenapa ichan sangat merindukannya ,tak rela jika dia bersama laki laki lain. . . . jam 5 pagi ia sudah sampe di jogja ,ia menelfon kembali syasya tapi tak di angkat ia kelelahan, menyetir sendirian, kemudian ichan memesan salah 1 hotel di jogja sambil menunggu , ichan istirahat disana ia tak berhenti menelfon syasya,akhirnya ia menelfon caca "hallo,ca ?" "iya pak gimana??,aim udah bangun ini kita otw ke jogja pak" "loh kalian juga ke jogja" ichan kaget karna dia memang benar benar gak tau "iya pak,aa...." saat caca hendak menjelaskan ichan sudah memotong pembicaraannya "tolong telfon syasya,suruh ke hotel A sekarang juga ca !" printah ichan _di perjalanan caca dan afri di buat bingung dengan tingkah bosnya "dulu enggak enggak sekarang jauh 2hari aja di carii sampe sana haha" grutu afri "iya hallo ca,ada apa?" "sya kamu bisa ke hotel A kamar 12 gak sekarang"printah caca " loh kenapa?? " syasya yang panik dengan segera ia langsung bergegas ke Hotel A ____perjalanan sesampainya di hotel , toktok di buka lah kamar syaysa sok lalu berjalan mundur, tapi ichan menariknya masuk ke kamar dengan kondisi ichan yang masih pakai handuk karna habis mandi,belum sempat ganti "pak! kenapa bapak disini?! caca mana?" syasya dibuat bingung "kenapa kamu gak angkat telfon aku?!kenapa saat caca telfon langsung kamu angkat?! kenapa sya?!!" tanya ichan dengan menatap syasya tajam "tadi saya baru mandi pas pak ichan telfon, " jawab syasya dengan berbalik badan "jadi seperti itu!" ichan membalikan badan nya syasya "iya,,yaudah kalau gitu saya permisi pak" dengan cepat ichan meraih tangan syaysa karna tak sengaja terpleset akhirnya mereka tumpang tindih di atas tempat tidur "syaa!! jawab aku ,kamu ksini untuk apa??!!,dan kamu bersama laki laki, siapa dia?!! " tanya ichan dengan menindih syasya "apa sih pak,kenapa? kenapa bapak mengintrogasi saya seperti ini ,lepaskan saya,saya mau pulang!!" dengan sekuat tenaga syasya mencoba menjauhkan badan ichan darinya ,sekuat tenaga ia ingin bangkit tapi tak bisa justru ia kelelahan sendiri "aku akan nglepasin kamu kalau kamu sudah jawab " "oke kita bicarakan baik baik!" tiba tiba syasya juga ingin menanyakan sesuatu ke ichan "oke aku jawab!!,aku ksini karna ada acara anilniversary ayah sama bundaku,laki laki yang bersamaku dia abang sepupu,sudah jelas??pak Ichan Putra Dewangga!!" jawb syaysa dengan mata melotot ichan akhirnya lega,tapi dia tiba tiba malu sendiri "beneran?dia bukan kekasihmu? " tanya ichan "iya,,,sekarang aku tanya ke pak ichan,siapa wanita yang bersama bapak ke hotel waktu itu!!?" " oh diaa,,,dia sandra mantan aku,tapiii aku sama dia gak ada apa apa," jawab ichan dengan panik ia takut syasya salah paham "lalu untuk apa kamu sama dia ke hotel?" ___ichan menjelaskan ke saysya sedetail detailnya __ ichan mendeketi syasya dan meminta maaf atas perbuatannya "syaa??,aku boleh peluk gak?" tiba tiba ichan bersikap manja & aneh bagi syasya "apa pak?!! gak salah denger?,yadah peluk aja sana nona sandra " jawab cuek syasya "aku kan udah jelasij dia cuma masa lalu aku udah gak ada apa pa lagi sya" penjelasan ichan dengan mendekati syasya "kalau boleh tanya,kenapa bapak tiba tiba bersikap seperti ini?" tanya syasya karna memang dia bingung dengan sikap bosnya ini "gak papa,aku cuma gak mau kamu dengan yang lain,aku cuma mau kamu didekatku sya ,jangan jauh jauh" jawab ichan,yang tiba tiba tanpa izin dia mendekap syaysa dari belakang ,dan mencium rambut syasya membuat ichan mabuk kepayang karna wangi rambut syasya adalah Rolf Flowerbomb parfum hair yang ichan sukai "pak,,lepaas apa apa an sih,kalau gak aku triak nih !!lepaass!!" pinta syasya "triak aja coba,orang kamu istriku bisa apa mereka??" jawab ichan dengan pelukan yang lebih mendalam dengan mencium rambut syasya °aiih iyaa,, mana bisa aku triak kita kan memang pasturi° grutu syasya dalam batin syasya mulai menikmati pelukan ichan , dab berbalik mereka saling berhadapan "pak, kenpa bapak seperti ini ? " tanya syasya dengan mengelus pipi mulus ichan yang seperti prawan bersih bak tanpa noda "karna aku tak bisa jauh darimu" jawab seadanya ichan dengan mencium lembut bibir syasya sekuat apapun syasya menolak syasya tak mampu mengalahkan ichan yang terus menciumi bibirnya sampe akhirnya syasya mulai menikmati ciuman ichan saat ichan mulai mencium leher syasya "ach,,,,,,pak jangan ,stop!!" pinta syasya dengan desahan manjanya yang membuat ichan semakin hanyut ,karna syasya paling sensitif pada bagian telinga dah leher,, . . . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD