Daniel terbangun dalam keadaan polos tanpa apapun, Tenggorokanya kering, Daniel memkasakan dirinya untuk bangun, saat bangun ia merasa aneh, ini bukan kamar nya dan kenapa ia dalam keadaan polos tanpa apapun? Setengah menahan pusing, Daniel memunguti pakaiannya, dan mendapati kalung emas putih dengan nama istrinya. Sekelebat ingatannya berputar kejadian demi kejadian seperti benang kusut. Daniel membaca Notifikasi ponselnya, hari ini adalah hari ulang tahunnya dan kembarannya. Tak biasanya ia melupakan hari ini. “Hari ini aku gak mau di ganggu dulu jadi kalau ada hal mendesak kirim saja ke email ku.” Daniel mengirimkan pesan pada sekretarisnya, ia ingin mengunjungi makam adiknya. Daniel meletakkan mawar putih pada pusara adik kembarannya, Dinda Putri Mahesa. Daniel tersenyum memandan

