[30] - TAMAT

3073 Words

AKHIR pekan ini terasa menyebalkan! Apalagi kalau inget-inget pertemuan terakhir kali sama Pak Tria! Bikin bad mood aja! Bahkan saking keselnya, gue sampai enggak diizinin Mbak Diah buat bantuin dia nyelesaiin pesenan risol, karena katanya tadi gue hampir hancurin seluruh adonan dengan nambahin garam. Bahkan dikasih tugas yang paling gampang, yakni menata kue-kue kering ke dalam stoples aja gue gagal. Kuenya malahan pada hancur. Akhirnya di sinilah gue sekarang, di teras panti dengan pemandangan halaman kosong dan sesekali ngelirik ke halaman rumah sebelah yang kayaknya udah beberapa hari ini sepi. Pak Tria enggak pernah nongol lagi, bahkan mobilnya juga jarang ada di rumah. “Ada berapa lalat yang lewat, Mbak?” cibir Dimas, gue melengos. “Makanya, kalau lagi di dapur, ya fokus. Kalau e

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD