23

1419 Words

Hola, happy reading and enjoy! Chapter 23 Vanya mencengkeram kemeja Wilson dan menerima ciuman pemuda itu lalu perlahan membalasnya hingga ia menyadari suara tepukan dan teriakan bergemuruh di ruangan itu ditujukan untuk mereka. Suara musik berhenti, semua mata tertuju pada Vanya dan Wilson. Vanya merasa dunianya kiamat. Malu karena tertangkap basah berciuman di tengah pesta dan menjadi perhatian, tetapi saat ia melihat ekspresi Tammy yang gelap, Vanya rasa malunya justru berubah menjadi puas. "Akhirnya kalian mengakui jika selama ini kalian sudah berpacaran," ucap Dario. "Kami baru saja jadian," kata Wilson. Vanya membelalak kepada Wilson. "Wilson, aku belum memberikan jawaban," bisiknya di telinga Wilson. "Tidak ada teman yang saling mencium, Vanya," balas Wilson di telinga V

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD