Di antara rasa lelah dan dahaganya, Arabella masih setia menunggui antrian seorang diri untuk memeriksakan kandungannya yang saat ini berusia 6 bulan. Hari ini ia terpaksa mengunjungi dokter lain karena dokter langganan biasanya pergi keluar negeri dan David yang merupakan suami Arabella tidak bisa mengantarnya karena ada urusan di kantornya. Rasa dahaga menyerang Arabella namun ia tak bisa meninggalkan kursinya karena takut namanya di panggil selagi dia pergi keluar. Di tatapnya semua ibu hamil yang sedang menunggu antrian juga, semuanya di temani oleh suaminya yang siap siaga. Membuat Arabella semakin iri namun ia hanya bisa menghembuskan nafas dalam. Tiba-tiba jantung Arabella berdegup kencang, Arabella tak percaya dengan apa yang saat ini ada di hadapannya. Seorang muda-mudi yang bar

