Deburan ombak laut berwarna coklat menghantam tebing bebatuan yang saat ini di pijak oleh Luna dan Erick. "Apakah sudah lama kamu ada di rumahku tadi?" Tanya Erick memulai pembicaraan. Luna manatap hamparan lautan berwarna coklat yang berbau khas ikan asin itu. Dia menendang-nendang lembut batu kerikil yang ada di bawah kakinya. "Em," Luna hanya ber 'Em' yang berarti iya. Kali ini Luna tak ingin banyak bicara lagi melainkan sore ini ia sangat ingin banyak mendengar, mendengar semua jawaban dan penjelasan dari Erick. "Baiklah! Apapun yang ingin kamu tanyakan aku akan menjawabnya." Ucap Erick sambil mengikuti jejak Luna yang sedang menendangi batu krikil tak bersalah itu. "Aku bingung mau bertanya dari mana. Aku hanya khawatir kalau Arabella adalah pemilik hatimu. Dia yang telah banyak

