DEGUP

1727 Words

Luna segera pergi ke dapur untuk memasak menu sarapan dirinya dan Erick. Tak lama ia melihat bayangan Erick menghampirinya di dapur. "Wuaaahh! Jonathan Erick!" Seru Luna. "Kamu menutup pintu rumahmu untuk semua orang tapi sekarang apa? Kamu malah ngerawat orang sakit jiwa di rumahmu?!" Celetuk Luna terdengar di antara bunyi percikan minyak panas. Erick tersenyum manis, "Ntahlah! Sepertinya aku di tarik keluar dari zona nyamanku" Ucapnya sambil membuka kulkas yang berada di dekat Luna. 'Apa spesialnya gadis itu sehingga Erick mau merawat gadis itu dengan tangannya sendiri? Dia hanyalah gadis yang sedang sakit jiwa. Apakah mungkin mereka pernah dekat? Ataukah....' Pikiran Luna terus bereksplorasi sesuai kemauannya. Kring! Gawai Erick berbunyi, Dengan antusias Erick mengangkat teleponn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD