AROMA BUNGA

1519 Words

Erick duduk di teras rumahnya, ia menikmati segar dan harumnya aroma bunga yang bertata rapi di halaman rumahnya. Rumah yang semula bergaya klasik simple berhalaman kosong, kini dipenuhi banyak bunga bak istana mungil yang penuh bunga, sejak Mitha tinggal di rumah Erick, Mitha dengan sabar dan teliti menanam dan merawat berbagai macam bunga hias di teras rumah Erick. Kini teras menjadi tempat favorit Erick untuk bersantai. Erick teringat ucapan Luna di saat terakhir sebelum dia berangkat ke London. 'Erick aku cuma nitip jagain restoran kita, jangan sering-sering tutup tanpa sebab! Kasihan para karyawan kita yang sedang mencari nafkah. Mereka punya anak istri dan keluarga yang harus mereka nafkahi. Sebagian besar karyawan kita adalah tulang punggung keluarga. Pokoknya aku gak mau tau, r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD