Ucapan Kristin masih terngiang di kepalaku. Sudah lebih dari tiga puluh menit ia pergi, tapi aku seakan mendengar suaranya di sini. "Ana kamu melamun?" Mama menghampiri lalu duduk di sampingku. "Audrey lapar waktunya minum s**u," ucapnya. Melihat wajah cantik Audrey membuat aku teringat sesuatu. Bayang-bayang samar terlintas di kepalaku. Seketika kepalaku berdenyut. "Kamu kenapa? wajah kamu pucat, Ana." Tangisan Audrey membuat kesadaranku kembali pulih. Bagaimana pun juga aku tidak boleh lemah. Aku sudah berjanji tidak akan melihat ke masa lalu. Alex ada di sini bersamaku itu sudah lebih dari cukup. "Sini sama mama." Dalam sekejap Audrey berada di dekapanku. "Ana, mama tahu kamu banyak pikiran, tapi coba untuk tenang. Kalau kamu butuh sendiri bilang saja, ya. " "Enggak kok, M

