Tiga hari berlalu dan kondisi Rajendra juga sudah membaik. Pria itu sudah mulai menjalani aktivitasnya kembali. Tentu saja, itu karena Diandra yang dengan telatennya mengurus dirinya. Meskipun, tak henti-hentinya wanita itu mendapat cacian dari Adelia yang menganggap kalau Diandra tidak becus mengurus suami. Meski hanya berteriak dari balik telepon, tapi rasanya begitu memuakkan bagi Diandra. Ia jadi tidak sabar membuat hidup wanita paruh baya itu hancur. "Di, klien kamu yang waktu itu, mau nikah?" tanya Rajendra. Diandra yang tengah menyantap nasi gorengnya terdiam dan menatap sang suami. "Klien mana yang kamu maksud?" tanya Diandra. "Yang malam-malam sampai ke butik." "Oh... Saudaranya." jawab Diandra. Tumben sekali Rajendra bertanya mengenai kliennya. Sebenarnya, Diandra mengaku Q

