"Qi, kamu kenapa?" pekik Diandra saat melihat kondisi Qiandra. Ia begitu terkejut karena melihat dahi Qiandra yang dibalut perban dan beberapa luka kecil di pipi pria itu. "Astaga. Qiandra! Cepat jawab aku!" Qiandra malah tekekeh karena ekspresi terkejut Diandra begitu menggemaskan. "Yeh! Malah ketawa! Ayo jawab kenapa?!" Nada bicara Diandra semakin tinggi. Is benar-benar khawatir melihat kondisi Qiandra yang tampak mengkhawatirkan seperti itu. "Sudah, ya. Jangan khawatir. Aku nggak apa-apa." "Ya tapi kamu kenapa?" "Aku jatuh di kamar mandi. Waktu itu, aku bawa HP juga makanya kelempar." Diandra tidak serta merta percaya dengan apa yang Qiandra katakan. Karena, luka di bagian lain bukan menunjukkan kalau pria itu jatuh di kamar mandi sungguhan. "Aku nggak percaya." "Lho, nggak p

