Diandra semakin mengeratkan pelukannya ke leher Qiandra. Pria itu benar-benar sudah menguasainya. Sampai, ia merasa pasokan oksigen di paru-parunya semakin menipis. Ia melepaskan pagutan mereka tanpa menjauhkan wajah keduanya. "Rasa cherry. Kamu pakai lipbalm, Qi?" "Hm. Kenapa?" Diandra menggeleng pelan sambil tersenyum tipis. "Memangnya, laki-laki tidak boleh pakai lipbalm, ya?" "Siapa yang bilang nggak boleh? Boleh kok. Aku suka." Diandra menenggelamkan wajahnya di d**a Qiandra setelah mengatakan hal itu. "Besok mau apa? Stroberi? Peach? Atau..." "Diam, Qi!" Diandra memukul pelan bahu pria yang tengah dipeluknya itu. "Ayo, dong jawab dulu, sayang." "Apa aja aku suka, kok." "Pindah, yuk!" bisik Qiandra dengan nada yang sensual sambil mengecup leher Diandra. "Katanya marah? Cem

