Dunia di lantai dua belas itu kini bukan lagi sebuah kediaman, melainkan sebuah episentrum energi. Sejak kepergian Ayla dan Reza yang hanya berselisih hitungan jam, apartemen itu tidak pernah benar-benar sunyi. Arka memutuskan untuk tidak mengubah apa pun. Bau cat minyak yang tajam, sisa bubuk kopi di dapur, hingga tumpukan buku tua di samping tempat tidur tetap berada pada posisinya. Namun, ada sesuatu yang berubah secara substansial. Orang-orang mulai menyebut tempat ini sebagai "The Sanctuary of the Silver Umbrella". Arka berdiri di depan kanvas putih kosong yang menjadi pusat perhatian dunia seni. Ia teringat kata-kata terakhir ibunya tentang kebebasan. Pagi ini, ia membawa seorang tamu istimewa, seorang kurator senior dari Louvre yang datang jauh-jauh hanya untuk memahami mengapa

