Pagi itu, koper-koper kembali berjajar di dekat pintu apartemen. Namun, kali ini jumlahnya tiga, dengan satu koper kecil berbentuk mobil-mobilan berwarna merah milik Arka yang paling mencolok. Setelah kesibukan pameran Singapura dan perjuangan Reza menjaga rumah sendirian, mereka memutuskan untuk mengambil jeda. Destinasi mereka bukanlah tempat baru. Mereka kembali ke Uluwatu. "Kenapa kita ke sini lagi, Pa?" tanya Arka sambil menempelkan hidungnya ke kaca jendela mobil yang membawa mereka menyusuri jalanan berkelok di Bali. Reza melirik Ayla, lalu mengacak rambut putranya. "Karena di sini tempat Papa dan Mama memulai semuanya. Papa mau kasih tahu laut kalau kita sekarang sudah bertiga." Jejak yang Sama, Langkah yang Berbeda Kembali ke resort yang sama membawa gelombang nostalgia

