Yang aku takutkan.

2081 Words

Kedua mata Gavin membulat dengan sempurna. “Sayang... apa yang kamu katakan? cerai?” Gavin menggelengkan kepalanya, “gak! Aku gak akan pernah menceraikan kamu. Sampai matipun, aku gak akan pernah menceraikan kamu!” serunya lalu beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dari kamar itu. Shanum menghapus kedua sudut matanya yang sudah dipenuhi cairan bening. Maafin aku, Mas. Tapi ini adalah keputusan terbaik yang harus aku ambil. Aku juga gak mungkin memisahkan seorang ibu dari anaknya, seorang istri dari suaminya. Aku memang sangat mencintaimu, Mas. Tapi aku juga gak bisa egois. Aku juga seorang wanita, jadi aku bisa merasakan apa yang Mbak Jasmine rasakan saat ini. “Terima kasih, Mas. Terima kasih karena selama pernikahan kita, Mas begitu baik sama aku. Bahkan, kasih sayang dan perha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD