Aku ini suami kamu

2111 Words

Shanum mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Ia tak tau harus berkata apa. Sejak tadi Gavin selalu berkata kalau dirinya sangat merindukan Shanum. Tapi, Shanum hanya diam, bahkan tak menatap ke arahnya. “Zayn gak ada di rumah. Dia baru keluar sama Ibu. Tadi Zayn minta bakso,” ucap Shanum sambil menundukkan wajahnya. Siapa tau suaminya itu datang ke rumahnya juga karena ingin menjemput Zayn—putranya. Shanum tak berani menatap wajah Gavin, karena ia melihat tatapan suaminya itu penuh dengan kesedihan. Ia tak tau, apa yang membuat suaminya sedih. Apa karena dirinya? Atau karena istri keduanya itu? Gavin duduk berjongkok di depan Shanum, ia lalu menggenggam tangan istri yang sangat dirindukannya itu. “Sayang, tatap mata aku,” pintanya lirih. Shanum yang awalnya menatap tangannya yang d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD