DANISSYA POV Satu bulan sudah aku menjalani kehidupanku bersama Ka Arsya. Oke baiklah mulai sekarang aku akan sopan untuk memanggilnya. Ka Arsya sudah merubah sikap dingin dan diktatornya. Aku jadi teringat oleh janjinya sebulan yang lalu. Ia akan membahagiakanku. Memang, sejauh ini aku menganggap kita cukup berteman. Dalam artian kita hanya terlihat sebagai sepasang suami istri di depan orang tua kita saja. Namun semakin kesini, aku makin tak bisa mengontrol kinerja jantungku saat harus berhadapan dengannya. Seperti sekarang, saat aku tengah memasakkan sup ayam kesukaannya. Dan dengan seenaknya ia memelukku dari belakang yang membuatku hampir saja memotong jariku sendiri saking kagetnya. "Hei, jangan grogi gitu. Aku ga bakal makan kamu Nissya." Ucapnya sambil terkekeh. "Ka

