Part 9

802 Words

AUTHOR POV   Sudah pukul 10 pagi tepat. Ratusan kursi sudah tertata rapi dalam ballroom hotel Amazona, tempat dilangsungkannya ijab kabul pernikahan Nissya-Arsya.   Keduanya sekarang berada dalam ruang terpisah. Nissya sedari subuh tadi sudah mulai ditata rias untuk mempercantik penampilannya sebagai mempelai wanita. Begitupun Arsya.   Keduanya tampak gugup. Bahkan Nissya terus menitikkan air mata yang membuat penata rias pengantin pusing menghadapi bedak bedak yang meluntur akibat tetesan air mata Nissya.   Dan Nissya-Arsya pun belum berbaikan sejak kejadian terakhir pertengkaran mereka saat malam acara promnite tersebut. Tak ada satupun yang ingin memulai perdamaian, saling bungkam dan dingin satu sama lain.   "Mba Nissya janan nangis terus dong. Aduh ini kita makeup dari jam 5

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD