BAB 22

858 Words

"Apakah kamu siap, memiliki anak sebelum menikah". "Ya tentu saja saya siap" ucap Jenar santai, ia tersenyum memandang Alan. Alan memperhatikan Jenar, adakala wanita cantik seperti Jenar, memiliki sisi bodoh, dan tidak pernah berpikir panjang sebelum bertindak. "Memiliki anak sebelum menikah, bukankah berdampak buruk dengan karir kamu" ucap Alan. "Bukankah kamu pernah mengatakan bahwa saya berhenti saja menjadi artis". Alan meraih gelas di hadapannya, ia menyesap air mineral itu, dan kembali memandang Jenar. Ia memperhatikan wanita itu secara intens. "Oke, sepulang dari sini, kita buat anak. Kamu mau kita melakukannya dimana, tempat saya atau kamu" ucap Alan seketika. Jenar tersenyum, dan lalu tertawa, laki-laki itu memenuhi permintaanya, "tempat kamu, saya tidak menjamin jika di te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD