"Pak Romi ya? Maaf ya menunggu lama, soalnya membereskan berkas tugas siswa dulu," kata gadis itu tersenyum sempurna. "Oh, tidak papa. Ayo silahkan masuk," kata Romi membukakan pintu mobil depan untuk fitri. "Emm, saya duduk di belakang saja, Pak. Tidak enak rasanya duduk di samping laki-laki yang bukan mahrom," kata Fitri memberi pengertian pada Romi. Mendengar perkataan Fitri membuat mata Romi membelalak lebar. 'hmm ... segala jurus bakal gue keluarin, demi membuatmu duduk di sampingku ... he ...he ... he ....' "Em, maaf ya ... saya bukan supirmu loh, kalau keberatan duduk di depan ya, saya juga keberatan nyetirin mobil, panggil saja mahrommu yang menyetir ini mobil," kata Romi berpura-pura marah. "Oh, maaf. Bukan maksud saya menganggap anda supir," kata Fitri jadi tidak enak hati.

