CHAPTER 22

1766 Words

Jam menunjukkan pukul 08.24 WIB. Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya Bara dan Arya berhasil menemukan rumah Nesya. Mereka memberhentikan motornya tepat di depan pagar rumah yang mereka yakini adalah rumah Nesya. Arya dan Bara, kedua cowok itu turun dari motor mereka masing-masing lalu secara berdampingan mereka berdiri tegak di depak pagar rumah yang nampak tertutup itu. Sepi. Itulah yang Bara dan Arya lihat dari rumah yang ada di depannya ini. Rasanya sebenarnya cukup aneh ketika mengetahui rumah itu sepi. Seharusnya, jika benar ini rumah Nesya, setidaknya pintu rumah itu tidak tertutup rapat dengan lampu yang menyala. Ya, lampu di rumah itu menyala di pagi-pagi yang cerah ini. Bukannya aneh? Bahkan matahari baru mulai naik, langit juga cerah, tak ada tanda-tanda mendung akan turun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD