Bel istirahat baru saja berbunyi, guru yang ada di kelas Nesya pun juga baru saja keluar. Namun entah bagaimana bisa, Desta, pacar dari Nesya itu langsung terlihat menerobos masuk ke dalam kelas Nesya. Aneh bukan? Padahal, kelas Desta dengan kelas Nesya itu jaraknya lumayan jauh. Ya, karena beda jurusan aja sih. Jadi gedungnya berbeda. "Sya!" panggil Desta begitu cowok itu sampai di samping bangku Nesya. Cowok itu sekarang sedang berdiri disamping Nesya dengan senyumnya yang nampak mengembang. Satu kelas Nesya di buat takjub melihat itu. Seumur-umur, mereka tak pernah melihat Desta tersenyum selebar itu. Ah, bahkan tersenyum kecil saja mereka tak pernah melihatnya. Tapi mungkin bukan tak pernah, hanya tak sadar saja. Karena pada kenyataannya. Senyum tipis Desta sering kali terbit ketika

