“Eh Dok, saya serius. Dua rius malah!” “Anda tahukan pintu keluarnya dimana?” sarkas Malik “Dok... Kita ngomong dulu, kita obroloin dulu hal-hal yang bisa menguntungkan kedua belah pihak” saran Denise seraya terus menatap Malik lekat “Atau anda mau saya panggilkan security rumah sakit?” Malik tak mau menaggapi ucapan Denise “Ohh bukan, kayaknya lebih baik anda saya kenalkan secepatnya ke teman psikiater saya. Langsung ajah,yah hari ini anda konsultasi” Malik rasa wanita ini terlalu tidak waras kalau sampai diminta keluar rumah sakit begitu saja, dan pada dasarnya Malik berprinsip setiap pasien yang masuk ruangannya harus merasa puas dengan performanya Malik sudah mengangkat gagang telepon tapi Denise cepat mengambilnya “Saya gak gila sampai harus dapat bantuan psikiater atau psikolog

