Tatapan Mecum

1555 Words

Bening menutup laptopnya dengan pelan, lalu meregangkan tubuh yang pegal setelah seharian mengerjakan desain. Matanya melirik ke arah dapur—Galang sedang sibuk memasak sesuatu. Aroma menguar hingga ke ruang keluarga. “Aneh,” batinnya. “Biasanya Mas Galang masak sesuai jadwal. Ini hari Rabu, seharusnya pulang malam.” "Bening!" suara Galang memanggil dari dapur. "Makan malam sudah siap!" Bening bangkit dari kursi dan melangkah ke ruang makan. Di atas meja sudah tersaji tumis kangkung, ayam goreng mentega, sup jagung, dan nasi putih hangat. "Kok tiba-tiba masak banyak?" tanya Bening sambil duduk. Galang menarik kursi di seberangnya, kemudian duduk, tanpa melepas apron lebih dulu. "Kebetulan lagi pengen masak." Tapi ada yang berbeda dari cara Galang menatapnya. Matanya tidak berkedip. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD