"Iya, dia adalah Pras!" Tuan Hamid menjawab keraguan dari ucapan istrinya. Nyonya Safitri menoleh,"Sepertinya dia belum paham ke rumah siapa dia berkunjung, Yah!" Tuan Hamid mengangguk sambil menuntun sang istri agar mendekat dengan keluarga Zavier. "Selamat datang, maaf jika kami terlambat untuk menyambut kalian semua," ucap Tuan Hamid mengalihkan semua tamu termasuk papanya Zavier. "Kau ...?" Tuan Prasetyo seolah tak percaya dengan siapa yang ada di depannya. "Iya, apa kabar?" tanya Tuan Hamid sambil mengulurkan tangan ke arah lelaki tinggi tegap itu. Tuan Prasetyo menarik tangan ayah Bella kemudian memeluk erat tubuh kekar itu. "Sudah berapa tahun kita tidak bersua, kawan?" Tuan Hamid hanya terkekeh sambil melepas pelukam sahabat lamanya itu. "Sudah sangat lama, kawan!" "Ber

