“Dia siapa? Apa dia kekasihmu?” tanya Nyonya Safitri penasaran. “Biarkan kami masuk dulu baru aku jelaskan, Bu!” Bella menarik pelan lengan Zavier agar masuk. Setelah sampai di ruang tamu, keduanya duduk. Sedangkan Nyoya Safitri memperhatikan wajah lelaki yang datang bersama putrinya itu. “Bukankah dia—“ “Selamat sore, Bu. Perkenalkan nama saya Zavier teman Bella,” ucap Zavier memperkenalkan diri. “Kau yang berada di berita itu?” tanya Nyonya Safitri menatap tak percaya ke arah Zavier. “Iya, Bu,” jawab Zavier singkat. “Maaf kalau tidak meyambutmu dengan benar, Tuan!” Nyonya Safitri merasa bersalah. “Jangan panggil Tuan, Bu! Zavier atau Vier saja!” Zavier merasa tak enak kalau harus dipanggil Tuan oleh Nyonya Safitri. “Ah, iya, Nak.” “Ibu, Ayah kemana?” tanya Bella menatap ibun

