"Zavier ...!" Satu nama keluar dari bibir Bella. Tangannya mulai bergerak membuka chat dari lelaki yang baru saja ia temui dengan tak sengaja di pinggir pantai tadi. 'Selamat malam, jangan pikirkan masalah jodoh. Kalau Tuhan belum mengizinkan kamu menikah, dia tidak akan pernah hadir dalam hidupmu, meski kamu menangis dan memohon pada-Nya setiap waktu!' Bella hanya membaca dengan senyuman, setelah itu dia keluar dari aplikasi warna hijau untuk melanjutkan tulisannya. Rasa gundahnya harus dia curahkan pada setiap lembar buku yang dia simpan. Aku hampir gila karena mencintaimu begitu dalam. Aku hampir mati memendam rasa ini sendiri tanpa orang yang tahu. Setiap kamu tertawa dan tersenyum dengan perempuan lain, aku merasa tersiksa. Sudah terlalu lama aku lari jauh darimu, hingga semesta

