Bagai kilat, Bara langsung mendekat dan memeluk erat Lana. Seketika aroma vanilla yang menguar dari tubuh Lana membuatnya terbuai. "Sejak awal melihatmu, aku sudah merasa kalau kamu Lana. Lanaku. Kenapa kamu harus bohong?" "Lepasin! Kita udah nggak ada hubungan apa-apa!" ucap Lana sambil mendorong kasar tubuh Bara. "Aku nggak bohong. Sekarang aku adalah Anjani. Karena Lana yang dulu kamu kenal, sudah mati!" Bara kembali mendekat. "Nggak usah menipu dirimu sendiri. Jelas-jelas aku dengar tadi kamu bilang kalau kamu masih mencintaiku." Wajah Lana yang putih semakin memucat. Ia pun lekas menghindari Bara dan mendekati Broto. "Bara! Jangan dekati anakku! Kenapa kamu kembali ke sini?" Broto maju selangkah ke depan Lana. "Pak, maaf. Tapi izinkan saya bicara berdua dengan Lana. Masih ba

