Epilog

1103 Words

Melihat Bara berdiri tak jauh dari posisinya, wajah Mahar sontak memerah. Urat-urat di dahinya langsung bermunculan. Ia pun mengepalkan tangannya kuat-kuat sambil menggemeretakkan gigi. Namun sedetik kemudian, kepalanya memutar ke arah Lana yang berdiri di sisinya. Keadaan wanita itu pun tidak jauh berbeda. Lana terus menunduk seraya meremas-remas jemarinya. "Tenang, Jan. Enggak usah takut. Ada aku," ucap Mahar seraya melingkarkan tangannya di bahu Lana dan mendekatkan tubuh wanita itu ke dadanya. Nisya pun seketika geram saat melihat Lana. Rasa cemburunya mendadak naik ke kepala. Terlebih melihat Bara yang terus memandangi Lana tanpa berkedip sedikit pun. Saat melihat Lana, Bara langsung menatapnya dengan pandangan penuh penyesalan. Ia ingin segera memeluk erat Lana tapi kakinya seper

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD