Delapan Belas - Jantungku Masih Aman, kan?

1651 Words

Tak terasa hari mulai gelap. Mereka benar-benar lupa akan waktu. Di wahana ice skating mereka bermain sampai puas. Akash menggandenga tangan Puja, mengajaknya menepi, dan pulang, karena hari sudah gelap. “Kita main di sini sampai nambah waktu. Tapi, rasanya cepat sekali,” ucap Akash dengan terkekeh. “Iya, gak kerasa tuh sudah gelap. Orang yang tadi main bareng di sini juga sudah pulang? Sakin asiknya baru bisa main ice skating jadi gini deh?” ucap Puja tak kalah terkekehnya. “Pegel nih besok badan, tapi untungnya besok masih libur?” ucap Akash. “Tumben Pak Akash ingat waktu libur? Biasanya yang diingat hanya lembur saja?” sindir Puja. “Oh iya, apa besok saya suruh kamu berangkat saja buat lembur, ya?” gurau Akash dengan terkekeh. Puja melihat Akash sudah sedikit melupakan beban dia p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD