EMPAT BELAS

1139 Words

Di kantor orang-orang menyadari perubahan yang terjadi pada Aruna habis-habisan. Setelah sebelumnya dikritik direktur baru mereka soal gaya berpakaiannya ia berubah total. Dan entah kenapa para pegawai itu sedih melihatnya. Mereka terbiasa melihat Aruna dengan warna-warna cerah dan riasan yang lembut. Ia adalah kiblat fashion bagi orang-orang di sana. “Selamat makan siang!” Aruna menemukan note kecil itu diatas mejanya dan ada sekotak salad buah dengan frozen yogurt favoritnya. Para pegawai secara instan menjaga jarak darinya ketika Gending kembali ke kantor, namun perhatian mereka tidak berkurang sedikit juga. Aruna bahagia, meski ia harus kembali memakai toilet di lantai bawah. “Jangan berkeliaran di hadapanku dengan memakai flat shoes, Non Aruna yang terhormat.” “Ah, aku lupa mengga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD