EMPAT PULUH SEMBILAN

1269 Words

  “ Mas Gyan ….” Mata Gyan membulat besar, ketika membuka pintu kamar inap Aruna dan mendengar namanya dipanggil oleh perempuan itu. Ia terbengong untuk dua detik pertama, sebelum akhirnya berlari melesat seperti anak kecil dan menghampiri istrinya dengan suka cita. “Aku rindu sekali suaramu.” Gyan memeluk Aruna dengan sangat erat. “Benar-benar,” kata Ibu Aruna geli. “Aku dan Ayahmu disini sejak pagi dan coba tebak siapa orang pertama yang ingin kamu panggil namanya?” Aruna dan Gyan tertawa bersama. Berangsur-angsur tubuh Aruna mulai bisa melakukan fungsinya, bergerak, makan dan sekarang berbicara. “Ayah …. Ibu ….” ujarnya, seperti anak yang sedang belajar bicara. “Tidak apa-apa, Ibu paham kenapa kamu ingin menyebut nama Gyan lebih awal dari pada kami.” Aruna tersenyum. “Zayn …. d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD