SEMBILAN BELAS

949 Words

Nyatanya Gyan hanya bisa menatap pintu kamar Aruna dari ruang tengah tanpa berani menuju ke sana, padahal ia harusnya sudah minta maaf sejak kemarin. Ia terlalu ragu dan bingung harus memulai seperti apa, sedangkan Aruna tidak mau terlihat di mana pun Gyan berada. Dia memang sangat terlatih menyembunyikan dirinya. “b***k cinta, dasar bodoh!” Gyan jadi ingat kata-kata Saka waktu itu. Apakah benar ia bertingkah seperti itu? Apakah dirinya kelihatan menyukai Aruna? Tapi Gyan melakukan ini hanya karena ia merasa harus menjaga Aruna, Gyan kan suaminya. Aruna sedang mengandung anaknya, ia harus memperlakukan Aruna dengan baik. Ia harus menjaganya, Gyan tidak boleh membiarkannya terlalu lelah. Hanya itu. Semua yang dilakukannya karena alasan itu. Masa Gyan harus jahat padanya? Marah-marah tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD