TIGA PULUH LIMA

1461 Words

Aruna sudah bisa kembali bekerja setelah dirawat lama di rumah sakit dan bekerja dari rumah. Lama-lama ia tidak tahan juga diam dikurung terus seperti itu. Untungnya Gyan mengizinkan meski disamping itu juga suaminya menjadi sangat protektif dan menjaganya dengan super hati-hati. Seolah Aruna adalah keramik pajangan yang bisa pecah kapan saja. Namun hari ini Aruna diminta datang ke rumah mertuanya, itu sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Sedikit banyak Aruna merindukan perempuan cerewet yang agak sinis padanya itu. Setelah banyak kejadian kemarin lalu, badai-badai besar itu, rasanya menghadapi ibu Gyan bukan sebuah masalah besar lagi. Bukan sesuatu yang harus ia hindari, itu hanya sedikit riak-riak kecil. “Apa kamu bahkan tidak bisa menyempatkan diri berkunjung ke rumah mertuamu sep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD