Sudah dua hari Gyan tidak pulang, ia masih belum bisa melupakan kejadian itu. Hari di mana Aruna sangat terluka karena ulahnya. Gyan bahkan malu meski hanya untuk sekedar minta maaf saja. Ia pulang ke rumah ibunya tapi mengabaikan wanita itu dan marah-marah terus tiap mereka bertatap muka. Hara sampai kebingungan apa yang tengah Gyan hadapi sekarang, dia yang biasanya tenang dan konsisten itu mendadak labil dan pemarah sekali. “Harusnya setelah jadi staff biasa dia lebih baik, di kantor begitu banyak orang yang harus dia hormati. Dia bahkan bisa membungkuk puluhan kali dalam sehari, di rumah tingkahnya seperti cacing gila.” Yudna bicara pada adiknya, mereka memang tidak dekat, tapi tidak bermusuhan juga. Lagi pula untuk apa memangnya? Keduanya juga tampak mirip meski lahir dari ibu yang

