Sesampainya di rumah, Frans lalu langsung turun dari mobilnya dan tidak repot- repot untuk membukakan pintu untuk Zara atau bahkan berbasa- basi memamerkan sikap manisnya pada semua orang selama ini. Ia benar- benar terlihat sangat gusar dan pusing. Zara kemudian perlahan turun dari mobilnya dan sedikit mengamati sekelilingnya untuk mencoba mencari keberadaan Galan yang mungkin berada di sekitar situ. “ Ibu butuh sesuatu?” tanya Anton. “ Nggak. Saya mau langsung ke atas. Dan soal tadi… Mungkin bapak sedang banyak pikiran. Maaf ya…” “ Ibu Zara baik- baik saja?” tanya Anton lagi yang memang selalu menyebut nama majikannya tersebut dengan formal saat dalam jam kerjanya. “ Iya. Saya baik- baik aja. Tapi, tolong jangan cerita ke siapapun.” “ Tentu saja, bu…” “ Baiklah… Terima kasih.”

