Galan masuk ke dalam paviliun dimana ia tinggal selama bekerja menjadi pengawal Zara dan mengira jika kekasihnya tersebut sudah masih ada di sana. “ Sayang…” panggilnya dengan lembut dan suara yang sedikit ia pelankan. Ia kemudian naik ke lantai atas untuk memastikan dugaannya tadi dan langsung tersenyum ketika melihat apa yang sudah dilakukan Zara pada tempat tidurnya. “ Dasar…”! Galan lalu duduk di atas tempat tidurnya dan menatap tempat tidur yang sudah Zara acak dengan sengaja dan bahkan menempelkan bekas lipstiknya ke bantal tidur yang biasa ia pakai. Ia tahu Zara pasti kesal dengannya saat ini. Andai saja ia bisa, ia pasti sudah akan menelepon kekasihnya tersebut atau bahkan menemuinya agar tidak ada kesalah pahaman diantara mereka dan mereka bisa berbaikan lagi. Namun hal itu

