Zara kemudian melepaskan ciumannya lalu melangkah untuk bisa berpindah duduk ke samping Galan agar mereka bisa lebih leluasa untuk saling berhadapan. “ Kamu kenapa, sayang? Emang nggak bisa beli alat make up nya besok aja atau kalau kamu udah agak mendingan. Mana kamu masih agak demam gini.” ucap Galan dengan mengusap kening kekasihnya. “ Iya… Tapi aku males aja di kamar. Kalau aku nggak keluar sekarang, kita kan nggak bisa ketemu dulu. Emang kamu nggak senang ketemu sama aku? Katanya kangen…” “ Ya senanglah kalau ketemu kamu. Sejak pagi juga aku kepikirian kamu terus. Tapi kesehatan kamu jauh lebih penting. Gimana kalau sepulang dari sini dan kamu malah makin parah? Ya semoga aja nggak dan aku pengennya kamu sehat. Tapi ingat, kesehatan dan kebahagiaan kamu jauh lebih penting.” jelas

