Seperti biasa ketimbang duduk di ruang khusus bagi dosen, Farel lebih nyaman untuk menghabiskan waktu makanan siang di perpustakaan. Tentunya di temani buku-buku tebal yang isinya sangat formal membuat mata rasanya pedih jika menatap lama-lama kalimat yang sangat sulit dicerna itu, tapi bagi Farel itu sangat menarik dan membuatnya nyaman berlama-lama di sana. Jika saja manusia bernama Sania tidak datang ke sana. Makhluk cantik yang berusaha Farel hindari. Farel harus menjauh dari Sania, dia tidak mau perasaan yang ada semakin subur dan membuatnya tidak mampu membedakan salah dan benar. Farel akui bahwa tindakannya mengirim pesan pada Sania saat kecewa bukanlah tindakan yang benar. Maka Farel mengingatkan dirinya terus untuk tidak memberi ruang untuk Sania di hatinya. “Pak.... “ panggi

