She Said Yes!

1496 Words

Semalaman Dimas tak bisa tidur karena memikirkan jawaban yang akan diberikan oleh Naura. Perasaannya mulai tak nyaman dan pikirannya dipenuhi dengan asumsi-asumsi buruk hingga membuatnya sulit untuk memejamkan mata. Sebesar itulah efek gadis cantik itu dalam kehidupannya. Entah karena Dimas yang kurang percaya diri atau Naura yang terlihat biasa saja saat mendapatkan lamaran. Bangun dalam keadaan kantung mata menghitam dan mata memerah membuat orang tua Dimas menjerit kaget. Pasalnya putra tampannya yang selalu tampil menawan kini terlihat seperti zombie. Bahkan saat ditanya Pak Restu, Dimas menjawab ngelantur. Antara pertanyaan dan jawaban sama sekali tidak nyambung. “Putra kita kenapa ya, Ma?” Tanya Pak Restu sembari menatap sang istri. “Aneh gitu pagi ini—” Bu Tania sedang mema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD