Akhirnya BIcara JUga

1351 Words

“Kak— Papa tahu jika Kakak tengah jatuh cinta, tapi gak perlu membuat huru-hara seperti tadi.” “Naura gak melakukan apapun, Papa. Setelah bangun tidur langsung mandi lalu sholat maghrib. Eh, saat mau makan tiba-tiba Bunda datang sambil nangis-nangis.” “Gimana gak nangis kalau dengar putrinya mau di ruqyah? sementara tadi pagi berangkat ke kampus dalam keadaan sehat dan ceria.” “Ruqyah apa?” Tanya gadis itu dengan wajah bingung. “Kayaknya di rumah ini gak ada yang ketempelan hantu,” lanjutnya lagi. Pak Gio menarik nafas dalam-dalam. Hatinya masih diselimuti kekhawatiran. Justru putrinya dengan santai bertanya seperti itu. Padahal Dimas telah menjelaskan asal muasal tercetusnya ide ruqyah. Namun, Naura tak kunjung mengerti. Masih mencerna kejadian yang membuat wajahnya terlihat cengo.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD