Di balik jendela yang sudah basah akibat hujan deras di luar sana, Samantha memandang ibukota yang semuanya tampak abu-abu. Seakan-akan ikut merasakan kesedihan yang dialaminya saat ini. Diketatkannya dekapan pada tubuhnya sendiri. Berharap dapat menghangatkan kedinginan yang sedang dirasakannya. Beriringan dengan suara Indra yang kembali terngiang di telinganya. "Apa?" desis Samantha dengan nafas tertahan. "Resort itu tertulis atas namamu. Samantha Collins. Om sudah meminta kepastian pada I Wayan Dhurma," ulang Indra yang kemudian terdiam sejenak. "Tapi bagaimana bisa?" tanya Indra dari seberang sana. Aku sendiri juga tidak tahu! batinnya berteriak. "Akan aku jelaskan nanti Om. Aku sendiri masih tidak mengerti." Samantha membasahi bibirnya. Sebelah tangannya menyisir rambutnya denga

